Uskup Bogor Buka Pertemuan Nasional X FMKI

SANMARDEPOK.COM – Pertemuan Nasional (Pernas) Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) X digelar di Cipanas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/11/2016). Pertemuan yang digelar di Hotel Bintang Raya Cipanas tersebut dibuka Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM.
 
Sebelum dibuka secara resmi, acara diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Perayaan ini digelar dalam liturgi  nuansa Sunda dengan dimeriahkan paduan suara dari anak-anak Panti Asuhan St Yusuf Sindanglaya, Cipanas.
 
Hadir dalam Pernas tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik Kementerian Agama Drs. Eusabius Binsasi mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, anggota DPRD Jawa Barat Ignasius Budiono. Juga hadir Sekretaris Nasional FMKI Ny Yani Kardono berikut para perwakilan organisasi masyarakat Katolik seperti Vox Pint Indonesia, Pemuda Katolik, PMKRI, sedangkan WKRI tidak kelihatan.
 
Pertemuan yang akan berlangsung hingga Minggu (27/11/2016) ini dihadiri hampir seluruh perwakilan FMKI dari region Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, dan Papua, regio Bali dan Nusa Tenggara, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bogor sebagai tuan rumah.
 
Menurut Ketua Panitia Elisabeth Setyaningsih, tema Pernas kali ini adalah Memperkuat Habitus Kepemimpinan Antikorupsi bagi keberlanjutan dan Kemajuan Peradaban Bangsa Indonesia. Tema ini sejalan dengan isu yang juga dibahas dalam siding tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) awal November ini.
 
Sementara itu, Ketua FMKI Bogor Anton Sulis dalam sambutannya mengatakan, melalui pertemuan ini, para peserta makin menyadari bahwa FMKI merupakan rumah bersama seperti dirumuskan bersama di awal pembentukan forum ini tahun 1998. Melalui forum ini sebuah jejaring bersama dapat dibangun untuk sebuah komitmen membangun peradaban bangsa Indonesia yang bersih dari tindakan korupsi.
 
Menurutnya, perbedaan peran anggota, idea tau gagasan serta kemampuan masing-masing anggota keluarga menjadi sebuah kekayaan ketika didudukkan dalam sebuah kebersamaan. Sebab itu, melalui pernas ini pun diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk membangun kebersamaan untuk saling melengkapi dan menguatkan dalam karya demi bangsa.
 
Melalui tema Pernas ini, Sulis menyadari bahwa ini hanyalah satu dari banyak hal lain yang memang semestinya merupakan perhatian semua umat beriman Katolik. ‘’Kita diharapkan untuk menyerukan kebenaran kepada mereka yang sesat, menyalakan lilin bagi yang kegelapan, dan memberi bantuan bagi yang kekurangan.
 
‘’Korupsi adalah sebuah fenomena sosial yang sesat dan oleh karenanya, umat Katolik harus berseru-seru  dan berjuang untuk meluruskannya. Upaya mewujudkan kepemimpinan public yang bersih dari korupsi, adalah satu dari banyak upaya yang bisa dilakukan untuk melawan korupsi meskipun tidak mudah,’’ Anton Sulis. (Marcel Rombe Baan/Komsos)
 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.