Seru, Peringatan Hari Minggu Panggilan Keuskupan Bogor

SANMARDEPOK.COM- Komisi Karya Misioner (KKI-KKM) Keuskupan Bogor menggelar Hari Minggu Panggilan di Kompleks Sekolah Katolik Marsudirini, Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/5/2017) dengan seru. Kegiatan dihadiri oleh Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur dan utusan dari seluruh paroki, para pastor dan suster, serta frater-frater di Keuskupan Bogor.

Tema kegiatan adalah Keluarga Rahim Panggilan yang mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam aksi panggilan. Sebab, dari keluargalah muncul panggilan-panggilan, demikian kata RD Alfons Sombolinggi, Ketua Panitia saat membuka acara.

Kegiatan dalam Kelompok

Setelah pembukaan dan doa, acara dilanjutkan dengan kegiatan gerak dan animasi dalam kelompok-kelompok di tempat terpisah. Mereka bergabung dan membaur dengan peserta dari paroki lain. Pembagian dimulai dari kelompok Bina Iman Anak (BIA), Bina Iman Remaja (BIR) kelas 4-5 dan 6-8, Kelompok Orang Muda Katolik (OMK), serta Kelompok Keluarga Muda, dan Lansia. Masing-masing kelompok didampingi oleh 3-5 kakak pendamping.

Kegiatan anak-anak BIA berlangsung seru dan menyenangkan,  mereka gembira bernyanyi dan bermain, mendengarkan sharing dari suster dan frater yang ikut mendampingi. Setelah itu mereka melihat show Mamedo yang mengisahkan saat Yesus memanggil para murid-Nya yang pertama.

Pada kesempatan berkeliling bersama Uskup, Romo Joko sempat singgah dan berpesan agar anak-anak BIA mau mengenali romo parokinya. Saat ditanya tentang cita-cita, dari 100 anak, 16 menyatakan ingin jadi romo, dan 9 anak ingin menjadi suster.

Dikelompok BIR I dan II juga terlihat suasana yang tak kalah serunya. Bahkan, di kelompok BIR I ada yang berani bercita-cita menjadi Uskup. Mereka bermain dan bergembira bersama dalam permainan yang merefleksikan aksi panggilan.

Dalam kelompok OMK kegiatan diisi dengan diskui kelompok membahas pertanyaan seputar panggilan, yaitu: 1) Pernahkah timbul dalam diri kalian sebagai OMK, akan adanya suatu panggilan sebagai imam, suster atau biarawan-wati?

Bila ada, apa yang menjadi kendala? 2) Apa pandanganmu melihat imam, suster, biarawan-wati?  3) Apakah pilihan hidupmu dalam hidup menggerja?

Ketiga pertanyaan tersebut didiskuikan dalam kelompok, untuk kemudian  disharingkan dalam kelompok besar. “Kegiatan ini bertujuan melihat bagaimana panggilan pada kaum muda dan mencoba melihat apa kendalanya,” demikian Emilia Louisse pendamping dari Dekanat Barat bersama tim dari paroki Rangkasbitung dan Serang.

Untuk kelompok keluarga muda dan lansia, diakui kelompok mengarah pada sikap dan upaya  atau dorongan yang dibutuhkan terkait dengan aksi panggilan ini. Meski merupakan kelompok keluarga muda dengan anak yang masih kecil, sebagian sependapat dengan sikap memberi kebebasan kepada anak untuk memilih, bilamana ada panggilan dalam dirinya.

Sementara pada kelompok lansia, mereka merasa bahagia, karena masih bisa ikut kegiatan gereja. Dengan ikut kegiatan di gereja, mereka merasa lebih sehat dan bahagia.

Dalam hal menjaga panggilan, selain dengan doa, para lansia juga berani mengingatkan dan menegur romo nya untuk tetap setia dalam panggilan ungkap salah satu perwakilan kelompok.

Sesudah makan siang, acara dilanjutkan dengan menonton pagelaran wayang dengan cerita Kresno Duto yang dibawakan oleh seorang dalang cilik. Rangkaian acara ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipimpin Mgr. Paskalis bersama belasan para romo di keuskupan Bog0r.

Peserta Paroki Santo Markus

Paroki St. Markus juga turut berpartisipasi dalam minggu panggilan dengan mengirimkan 24 peserta, mulai dari Bina Iman Anak (BIA),  BIR,  OMK, keluarga muda, dan lansia yang masing-masing mengirim 4 peserta dan 1 pendamping, serta 2 pasutri keluarga muda. Mereka berinteraksi menyebar sesuai kelompok nya masing-masing dan terlibat dalam diskusi dan permainan yang diberikan.

Dari paroki St. Markus adalah Cika, Giovani, Kirana, dan Gideon dengan pendamping Kak Yuni dan Kak Desi (BIA); lalu Theresia, Vitya, Gorreti dan Ale (BIR), didampingi Angga. Dari OMK ada Rai, Adin, Aditya Tilaar dan Raymond yang didampingi Agnes dari seksi kepemudaan.

Dari keluarga muda Pasutri Sonni- Ningsih dan Pasutri Daniel-Vonny,  sementara dari lansia Ibu Irna, Ibu Husin, Ibu Bambang, dan Bp Wahyudi, dengan pendamping Bp Julius Suyitno.  Hadir pula Romo Marselinus Wahyu Dwi Harjanto, pastor paroki bersama koster Vabi, dan Adi Loviantoro  dari DPP, serta Andreas David yang datang membantu tugas Komsos Keuskupan untuk meliput. (Andreas Adi Loviantoro/Wakil Jetua DPP St Markus)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.