Khidmat, 100 Tahun Ziarah Bunda Maria Fatima di Paroki St Markus Depok Timur

Romo Marcelius Wahyu Dwi Harjanto bersama umat melakukan doa penutup di depan goa maria ( foto : Ibu Patricia Justina Sri R.Hartati )

SANMARDEPOK.COM- Umat Katolik Paroki St Markus Depok II Timur mengadakan doa ziarah Fatima, Sabtu (13/5/2017) sore. Doa Rosario ziarah Fatima ini diikuti oleh hampir seratusan umat paroki ini dan umat dari paroki lainnya.

Doa rosario dipimpin oleh Sr. Catherine, PRR sedangkan lagu dipimpin oleh Bapak Leonardus Rewo. Doa tersebut bertemakan Orang Muda Katolik Bersama Orangtua Membangun Hidup yang Berwawasan Ekologis di dalam Keluarga.

Doa Rosario tersebut, sekaligus sebagai peringatan 100 tahun Bunda Maria menampakkan diri kepada tiga orang anak gembala di Fatima, Portugal. Untuk diketahui, Bunda Maria menampakkan diri kepada tiga gembala di Fatima, tanggal 13 Mei 1917 atau 100 tahun lalu.

Ketika itu, Bunda Maria menampakkan diri kepada ketiga anak yaitu Lucia, Francisco, dan Jasinta di kota kecil Fatima, Portugal. Bunda Maria menampakkan diri sebanyak enam kali setiap tanggal 13 hingga bulan Oktober.

Karena itulah, ziarah Maria Fatima pun seperti yang digelar di Paroki St Markus ini akan berlangsung setiap tanggal 13 sejak Mei hingga Oktober 2017. Paus Fransiskus sendiri telah mengumumkan bahwa tahun 2017 ini akan diberikan indulgensi penuh bagi umat yang bisa mengikuti ziarah Fatimah penuh hingga Oktober nanti.

Suasana pendarasan doa Rosario yang dilakukan di ruang kanofi di mana terdapat patung Bunda Maria Fatima, berlangsung  dengan sangat khidmat. Umat yang hadir banyak yang mengenakan pakaian putih dengan selendang biru, khususnya para anggota Kerasulan Maria Fatima (KMF) St Markus.

Doa rosario dilakukan di depan gua Maria gereja St. Markus dan pendarasan dilakukan bergilir oleh umat yang ikut dalam ziarah itu. Mengapa ada Ziarah Fatima ?

Pada kesempatan berbincang dengan Sr. Catherine, PRR, dia  menjelaskan pesan dari Bapa Paus Yohanes XXIII ,” Artinya, rosario adalah harapan bagi setiap orang yang membutuhkan pengampunan, jawaban atas segala permohonan.

Jadi setiap orangtua, muda, sehat, sakit, semua dapat melakukan doa rosario ini. Terlebih dengan Ziarah yang dilakukan setiap bulan ini, para lansia juga dapat melakukannya di rumah apabila pada kesempatan tersebut tidak ada yang mengantarnya ke tempat ziarah.

Dilanjutkan dengan Misa

Ziarah dilanjutkan dengan misa yang dilayani oleh Romo Marcelius Wahyu Dwi Harjanto dan dihadiri cukup banyak umat hingga ruang utama gereja penuh. Setelah misa usai, dilakukan kunjungan kepada Santa Perawan Maria dengan perarakan lilin oleh para misdinar, umat dan terakhir Romo dengan lilin menyala menuju gua Maria.

Di depan gua Maria, dipanjatkan doa penutup oleh Romo. Selepas doa, umat yang membawa lilin dipersilakan untuk menaruh lilin-lilin tersebut di tempat yang sudah disediakan sebagai tanda devosi.  Selain itu, disediakan pula lembar doa/intensi yang dapat diisi oleh para peziarah dan diletakkan di tempat yang sudah disediakan. Demikianlah rangkaian Ziarah dan Misa yang berjalan dengan hikmat. Sampai jumpa pada Ziarah tanggal 13 bulan depan di tempat yang sama.

(Patricia Justina Sri R.Hartati/Peserta Pelatihan Jurnalistik dari Wil St Bertinus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.